Photo Story | Menangkap Tren Fashion 1970-an

Wrangler's Retro Glory Ride 2017

Saya berharap bisa melihat banyak perempuan mengenakan hot pants di sana. Celana super pendek yang menjadi tren pada era 1970-an. Meski nyatanya "Retro Glory Ride 2017" tak jauh berbeda dengan acara motor yang sudah-sudah. Pesertanya didominasi pria-pria muka bengkel yang orangnya lu-lagi-lu-lagi.

Namun pastinya ada sisi yang berbeda. "Retro Glory Ride 2017" mendorong para riders yang ikut touring keliling kota Jakarta, Sabtu (2/9) untuk bergaya sesuai tren fashion 1970-an. Alasan pertama, acara riding ini dimotori oleh brand pakaian, Wrangler, yang pada waktu acara digelar sedang merayakan usianya ke-70 tahun. Kebetulan, era 1970-an juga dinilai sebagai masa kejayaan merek denim tersebut.

Wrangler's Retro Glory Ride 2017

Terlepas dari gimmick itu, saya tertarik buat mencari value tren fashion yang menjadi bagian budaya populer masa 1970-an. Salah satu hal yang cukup bermakna ialah fashion menjadi medium pergerakan kaum feminis. Mereka yang memperjuangkan kesetaraan peran perempuan dengan laki-laki di lingkungan sosial. Mereka yang juga kemungkinan besar menaruh sentimen negatif pada alinea pertama artikel ini.

Pergerakan feminisme ikut terlihat dalam hal gaya berpakaian. Buktinya, pada tahun 1970-an potongan baju atau celana laki-laki dan perempuan beda tipis. Bahkan, keduanya bisa saling bertukar pakaian. Pada tahun 1970-an perempuan mulai menggunakan celana bell-bottom atau hot pants. Rok atau dresses pun perlahan ditinggalkan.

Wrangler's Retro Glory Ride 2017

Untuk menggambarkan celana bell-bottom, gampangnya adalah celana yang ngepas dari bagian pinggul sampai paha, namun melebar dari lutut ke bawah. Yang akhirnya berbentuk seperti lonceng (bell) ketika dipakai. Itu yang menjadi alasan diberi nama bell-bottom.

Celana ini kerap dipasangkan dengan platform shoes. Sepatu dengan sol sangat tebal yang juga dilengkapi hak tinggi. Selain itu tentunya masih banyak lagi ciri khas fashion dari tahun 1970-an yang tak mungkin disebut semua.

Wrangler's Retro Glory Ride 2017

Terlepas dari hal itu, saya berani bilang bahwa "Retro Glory Ride 2017" belum bisa menangkap tema secara utuh. Tapi yang pantas diapresiasi adalah semangat keikutsertaan para riders. Apapun tema atau pesan dari sebuah agenda riding, selalu saja diramaikan ratusan penggemar roda dua. Contohnya animo mereka yang ngegas dari Jl. Pati Unus sampai Tanah Abang waktu lalu tersebut.

Galeri utuh dari foto-foto di atas bisa dilihat di artikel "36 FRAME CONTOH HASIL FOTO AGFA VISTA 200".

Comments

Popular Posts