Google Primer: Belajar Digital Marketing Dari Genggaman



Siapa saja bisa punya ide bisnis. Baik yang menawarkan produk barang ataupun jasa. Namun, untuk memasarkannya secara baik butuh tahap-tahap yang perlu dipelajari. Di era digital seperti sekarang proses belajar tersebut bisa dilakukan dari genggaman.


Mereka yang membutuhkan kiat-kiat digital marketing bisa memanfaatkan aplikasi mobile bernama Google Primer. Saya pribadi menemukan aplikasi ini di Google Play secara nggak sengaja. Melihat manfaat besar yang ditawarkanya, maka saya memutuskan menulis ulasan mengenainya.

Sejatinya Google Primer telah lahir sejak tiga tahun silam. Aplikasi ini menawarkan konten dasar-dasar pengetahuan digital marketing. Pada saat saya menulis artikel ini, terdapat delapan belas Primer Skills (kategori konten) yang tersedia. Mulai soal Business Planning, Selling, Brand Building, sampai Agency Management.

“Isi Primer dikurasi dan disusun oleh sebuah tim kecil di Google. Kami bermitra dengan para ahli di industri terkait untuk menghadirkan topik terkini dan paling relevan bagi pengguna, tip, strategi, dan tutorial,” – Yourprimer.com.



Di dalam setiap Primer Skills terdapat sejumlah artikel yang bersifat tutorial praktis. Misalnya, kamu adalah seorang pemilik usaha kecil menengah yang berencana meningkatkan level penggunaan media sosial untuk brand kamu. Maka konten seperti “Work with Social Media Influencers to Sell More” yang ada di dalam kategori Social Media akan sangat membantu.

Konten-konten semacam itu disajikan dalam bentuk artikel yang renyah dinikmati. Maksudnya, kamu nggak perlu pusing melihat artikel panjang dengan huruf-huruf berukuran kecil. Melainkan kamu bisa menikmati bacaan dalam beberapa kalimat di satu halamannya. Untuk melihat lanjutannya, tinggal swipe layar smartphone ke atas.

Di tengah-tengah konten biasanya ada kuis. Terkadang juga di akhir konten.

Berharap Dilengkapi Konten Video


Selama pengalaman saya menggunakan Google Primer, konten yang ditemui sebatas teks. Sebuah keuntungan apabila paket data internet menjadi perhitungan. Hal ini memang terbukti selama saya menggunakannya. Google Primer cukup enteng dijalankan di smartphone Android saya.

Namun, pendekatan tradisional ini agaknya nggak sejalan dengan prediksi bentuk konten yang menanjak pada 2018. Di mana konten grafis bergerak bahkan video disebut-sebut kian diminati pengguna internet.

Platform pembelajaran dengan konten video memang sudah bisa ditemui saat ini. Sebut saja Udemy atau Ted Talks. Tapi, kalau Google Primer bisa menggabungkan antara format konten yang sekarang dengan video dijamin nggak akan cepat bosan menggunakannya.

Images via blog.mailchimp.com & fastcodesign.com

Comments

Popular Posts