Meracik Konten Bermodal Formula 3H (Hero, Hub, Hygiene)



Formula 3H (Hero, Hub, Hygiene) bisa dijadikan pedoman bagi kreator konten mana pun. Formula ini membuat konten menjadi lebih kaya sekaligus tetap terhubung dalam suatu benang merah.


Banyak brand menjalani aktivitas konten marketing. Biasanya, konten marketing berfungsi untuk storytelling yang diharapkan berujung pada naiknya brand awareness.

Suka atau nggak, aktivitas konten marketing butuh perencanaan. Salah satunya bisa dilakukan dengan menentukan jenis konten yang akan disajikan kepada audiens.

Untuk itu, formula 3H (Hero, Hub, Hygiene) bisa membantu kamu membuat rencana konten tersebut. Formula ini cukup mudah dipelajari dan penerapannya pun gak sulit banget, kok.

Biar gampang, Hero, Hub, Hygiene bisa dilihat sebagai tiga tingkat jenis konten.

[Baca juga: Google Primer: Belajar Digital Marketing Dari Genggaman]

Piramida Formula 3H

Konten Hero


Sesuai namanya, ini adalah konten jagoan dari aktivitas konten marketing yang kamu jalani. Yang tersaji dari konten ini adalah sesuatu yang spektakuler dan membuat brand kamu menjadi perbincangan warganet dalam konteks positif.

Karena kespektakuleran itu maka effort membuat konten Hero cukup besar. Sehingga konten semacam ini biasanya hanya muncul dua atau tiga kali dalam satu periode editorial plan.

Oiya, sudah sepantasnya konten Hero dibuat semenarik mungkin karena bertujuan menjangkau audiens seluas-luasnya. Bahkan, di luar profil target audiens yang kamu tentukan.

Video Jean-Claude Van Damme melalukan gerakan split di atas dua truk Volvo yang berjalan mundur sering dijadikan contoh sebagai eksekusi menawan sebuah konten Hero.

Video tersebut memang epic dan siapa pun - bahkan mereka yang nggak suka truk - kemungkinan besar manaruh perhatian pada video berisi aksi ektrem yang dilakoni aktor laga terkenal.



Konten Hub


Katakanlah brand kamu sudah mendapat perhatian dari mereka yang terpapar konten Hero. Lalu mereka kepo ke platform digital yang kamu punya. Baik itu website atau pun sosial media. Di situ seharusnya mereka bisa menemukan konten Hub.

Konten Hub bisa dilihat sebagai konten menarik dan ringan yang mudah dinikmati. Bisa dikemas dalam bentuk infografis, animasi, atau video singkat. Kalau bentuknya artikel, bisa dibuat kuratif dengan contoh judul seperti "3 Alasan untuk blablabla…".

Dengan sifatnya “renyah” tersebut, konten Hub ditujukan bisa memikat audiens potensial untuk brand kamu.

Konten Hygiene


Konten jenis ini sifatnya evergreen alias tidak basi dimakan waktu. Isinya bisa seputar pengetahuan-pengetahuan dasar keahlian yang dimiliki brand kamu. Disajikan dalam bentuk tulisan feature.

Contohnya, kamu memiliki sebuah brand sepatu. Tunjukkanlah kepiawaian brand kamu dalam membuat sepatu lewat konten-konten Hygiene. Bisa dengan menulis tips merawat sepatu, perbedaan dan keunggulan jenis-jenis bahan, proses pembuatan atau sebagainya.

YouTube menyebut konten Hygiene dengan istilah Help. Karena memang pada dasarnya konten Hygiene memiliki nilai praktis atau DIY (Do it Yourself) bagi audiens.

Konten Hygiene mungkin tidak semenarik konten Hero atau Hub. Karena target audiensnya mereka yang benar-benar antusias terhadap dunia seputar brand kamu. Dan jangan banyak berharap konten Hygiene bisa mendatangkan traffic berlimpah dalam waktu dekat.

Dari semua penjabaran di atas, yang perlu selalu diingat ialah konten marketing selalu memberikan value kepada audiens. Bisa berupa informasi / pengetahuan atau pun sebatas hiburan. Karena itulah yang membedakannya dengan iklan.

Konten Hero hanya muncul beberapa kali dalam satu periode editorial plan.


Sumber Foto: zazzlemedia & partout

Comments

Popular Posts