Jogging Malam di GBK dan Fasilitas yang Bisa Dipakai

Jogging Malam di GBK

Banyak ahli menyarankan kita untuk selalu menjaga kesehatan. Cara paling gampang dan murah adalah dengan jogging. Sekarang masyarakat Ibukota bisa lebih nikmat jogging malam di GBK yang makin cantik lingkungannya. Dan kalau saya juga boleh saran, mari jaga kebersihannya.


Kepala saya berat. Tubuh juga terasa lelah. Hal yang memang biasa saya rasakan setiap pulang kerja.

“Kayak gini kok mau jogging?” kata saya dalam hati yang malam itu berjalan kaki dari FX Sudirman menuju GBK (Gelora Bung Karno), Senayan, Jakarta.

Saya berjalan di sebuah trotoar yang minim pencahayaan. Di pinggirnya masih ada tumpukkan batu bata atau pasir. Terlihat juga area-area yang ditutupi seng. Pertanda masih ada proyek pembangunan berlangsung.

Setiap kaki ini melangkah, saya makin merasakan kondisi tubuh yang sebenarnya nggak sepenuhnya bugar. Tapi rasa penasaran akan suasana GBK yang baru terus mendorong saya. Katanya, lampu-lampunya bagus, lintasan yang bisa dipakai jogging luas.

“Oke, coba kita buktikan,” pikir saya.

Jogging Malam di GBK

Lokasi tujuan saya tak jauh lagi. Aksesnya lewat Patung Arjuna yang suasana di sekililing pun terlihat menarik. Pemandangan yang bisa dilihat ialah permainan lampu taman berwarna jingga dan jajaran tempat duduk dengan gedung bertingkat jadi latar belakang.

Sebelumnya, saya melewati area parkir mobil buat mereka yang datang menggunakan kendaraan roda empat.

Dari tempat saya berdiri waktu itu sudah telihat secuil kemegahan GBK yang kini terkenal dengan hiasan lampu mengelilinya. Dan semakin saya mendekat, suasana yang tersuguh benar-benar membuat tersenyum. Plus memantik semangat untuk berlari.

Penat karena pekerjaan di kantor langsung hilang. Kepala ini juga jadi ringan. Melihat suasana area lari GBK yang cantik dan nyaman. Saya jogging malam di GBK waktu itu dengan perasaan gembira.

Dan ada benarnya kata orang, mood bagus juga berpengaruh pada stamina. Saya mencetak rekor personal malam itu. Ya, walau cuma pelari amatir, tapi ada serunya juga memerhatikan pace atau total waktu tempuh.

Saya betah berlama-lama di sana. Bahkan, saya berani bilang bukan masalah lari seorang diri di GBK.

Awalnya, saya memang ragu untuk jogging malam di GBK sendirian. Bukan apa-apa, tapi saya bingung di mana saya bisa menaruh barang bawaan dengan aman.

Jogging Malam di GBK

Modal tanya ke teman-teman yang sudah lebih dulu lari di sana, ternyata ada semacam kafe di dekat pintu 11. Kafe yang bagian depannya berupa kaca lebar itu menyediakan fasilitas penitipan barang.

Terdapat sejumlah loker, namun jumlahnya sangat terbatas. Tapi nggak perlu khawatir kalau kehabisan. Karena barang bisa tetap dititipkan ke kasir dengan imbalan jasa sepuluh ribu rupiah.

Selain itu, fasilitas yang juga bisa digunakan publik saat lari malam di GBK adalah kamar mandi yang letaknya tak jauh dari pintu-pintu stadion. Saat ini kondisi kamar mandi tersebut sangat layak dan bersih. Walaupun, rasanya nggak bisa dipakai mandi.

Usai lari malam itu, saya menyempatkan diri duduk-duduk sambil mengambil beberapa foto GBK.

“Biar ada bahan buat Instagram,” kata saya.

Dan saat itu pula saya menyadari minimnya tempat sampah di area luar GBK. Saya terpaksa membawa pulang botol bekas air minum lalu membuangnya di rumah.

Walau kenyataannya ada juga yang memilih untuk meninggalkannya di bawah tiang lampu, di pinggir lintasan, atau di bawah pohon. Jadi, kayaknya memang butuh inisiatif untuk jaga kebersihannya.

Comments

Popular Posts